sramadhan
May 12, 2020


Berbekam, donor darah, ambil darah buat lab, cabut gigi, bolehkah?


Tidak apa-apa jika tidak sampai melemahkan badan, dan tidak pula darah itu tertelan bagi yang cabut gigi.


Madzhab Imam Hambali tidak membolehkan, tetapi dalil yang lebih kuat adalah yang membolehkan.


Dalilnya:


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ


Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi ﷺ berbekam padahal beliau sedang berihram, dan Nabi ﷺ juga pernah berbekam padahal sedang berpuasa.”

(HR. Bukhari No. 1938)


Dari Tsabit Al Bunani:


سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ الْحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ قَالَ لَا إِلَّا مِنْ أَجْلِ الضَّعْفِ

“Anas bin Malik ditanya: “Apakah Anda memakruhkan berbekam bagi orang puasa?” beliau menjawab: “Tidak, selama tidak membuat lemah.”

(HR. Bukhari No. 1940)


Imam Ibnu Hajar Rahimahullah berkata:


قَالَ اِبْن عَبْد الْبَرّ وَغَيْره : فِيهِ دَلِيل عَلَى أَنَّ حَدِيث " أَفْطَرَ الْحَاجِم وَالْمَحْجُوم " مَنْسُوخ لِأَنَّهُ جَاءَ فِي بَعْض طُرُقه أَنَّ ذَلِكَ كَانَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاع


“Berkata Ibnu Abdil Bar dan lainnya: “Hadits ini merupakan dalil, bahwa hadits yang berbunyi “Orang yang membekam dan yang dibekam, hendaknya berbuka", telah mansukh (dihapus) karena telah ada beberapa riwayat lain bahwa hal itu (berbekam ketika ihram) terjadi pada haji wada' (perpisahan).

(Fathul Bari, 4/178. Darul Marifah)


Dari keterangan ini maka jelaslah kebolehan berbekam, kecuali jika melemahkan, maka ia makruh sebagaimana yang dikatakan Anas bin Malik Radhiallahu Anhu.



●◎※Hal ini sama dengan orang yang mendonorkan darahnya, tidak apa-apa jika tidak melemahkannya. Inilah pendapat yang lebih kuat dalam hal ini※◎●®